Gorontalo ( Aceh dalam berita ) Kamis 28-6-2026, Di katakan Pelaksana Tugas ( Plt.) Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP, MP, IPU, ASEAN Eng berserta rombongan mengunjungi komplek Trans Continent di Kabupaten Gorontalo Provinsi Gorontalo.
Rombongan ini turut dihadiri oleh Mukhlis, SP, MMA, Habiburrahman, STP, M.Sc dan beberapa staf dari Distanbun Aceh dan Dinas Peternakan Aceh. Rombongan ini diterima oleh CEO Trans Continent Ismail Rasyid dan jajarannya.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dalam rangka mengikuti Pekan Nasional ( PENAS ) ke XVII di Gorontalo.
Ada sekitar 200 orang yang akan ikut PENAS dari perwakilan Aceh. Awalnya target peserta dari Aceh ( provinsi dan kabuoaten termasuk KTNA ) sekitar 750 orang tetapi karena terkendala teknis seperti biaya, waktu, tiket yang mahal dan lainnya, jumlah peserta yang ikut jauh berkurang, tutur Azanuddin PLT Distanbun Aceh.
Azanuddin Kurnia dan rombongan melihat-lihat lokasi komplek Trans Continent. Diawali dengan sarapan bersama di Kantor perusahaan sambil diskusi ringan bagaimana Ismail Rasyid membangun usaha di Gorontalo ini.
Kunjungan diawali dengan melihat Gudang perusahaan yang sangat besar dengan halaman yang sangat luas. Gudang ini adalah tempat penyimpanan berbagai produk dan komoditi sebelum dilakukan ekspor. Insya Allah tanggal 23 Juni nanti kita kembali akan melakukan ekspor ke Cina ujar Ismail Rasyid di lokasi Gudang menjelaskan kepada rombongan dari Aceh, sebut Azanuddin Kurnia.
Dari Gudang rombongan dibawa ke lokasi perkebunan kelapa dan tanaman hijaun pakan ternak yang sangat luas. Pakan ini untuk makanan sapi tanpa harus kita membeli diluar.
Selain itu terlihat sangat luas baru saja mereka selesai memanen tanaman timun dan tanaman muda lainnya. Luas lahan ada sekitar 20 ha semua dengan berbagai macam komoditi yang akan diusahakan tergantung dengan minat pasar dan yang menguntungkan, ujar Ismail Rasyid menjelaskan kepada Kadistanbun dan rombongan.
Rombongan juga dibawa melihat peternakan sapi dengan kapasitas 500 ekor. Terlihat memang belum semua terisi karena lagi proses pembangunan. Kalau kandang semua sudah beres tinggal finishing saja.
Azanauddin Kurnia merasa kagum dan salut dengan apa yang dilihat. Kami merasa berada di Aceh ketika dijamu oleh bg Ismail Rasyid. Banyak pekerja juga yang dari Aceh untuk membantu usaha CEO Trans Continent ini.
Plt Distanbun Aceh Azanuddin Kurnia menyatakan bahwa, apa yang mereka lihat akan menambah wawasan akan menstranfer serta menyalurkan pengalaman ini di Aceh. Semua wilayah lahan yang ada kami lihat dimanfaatkan, mulai dari Gudang, pertanian tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, dan juga perikanan karena ada beberapa kolam ikan juga.
Terlihat belasan alat berat juga bahan kimia yang akan di jadikan salah satu usaha Ismail Rasyid.
Dalam hal ini Azanuddin Kurnia menyatakan, Dirinya tidak ragu dengan kemampuan Ismail Rasyid meracik semua sektor ini dalam satu wilayah, sebab pengalaman beliau yang sudah malang melintang dalam dunia bisnis termasuk ekspor impor.
Daya juang sahabat kita ini, kata Azanuddin Kurnia lagi, sangat luar biasa dan pantang menyerah. Sebagai sahabat dan kawan sekampung dari Aceh, tentu kita bangga ada sahabat kita yang sukses di kampung orang.
Plt Distanbun Aceh Azanuddin Kurnia, mengajak agar Ismail Rasyid dapat kembali membangun kampung halaman di Aceh. Mari kita bangun kampung agar banyak terbuka lapangan kerja dan ekonomi masyarakat dapat naik dan terangkat kembali terutama pasca bencana.
Telurkan konsep dan kemampuan kepada para pihak di Aceh agar kita cepat bangkit kembali.
Ismail Rasyid mengatakan bahwa kita akan terus ekspansi kepada daerah-daerah yang menerima kita dengan baik dan bisa mempermudah semua yang kita usahakan.
Insya Allah kita semua usaha mengikuti aturan yang berlaku. Selain itu dukungan masyarakat lokal sangat penting demi kemajuan usaha kita, tutur PLT Distanbun Aceh.
Kata Azanuddin Kurnia, Mereka menjadi faktor penting dalam jalannya usaha kita. Terkait untuk membangun kembali Aceh, Ismail Rasyid menyatakan Insya Allah kita akan tetap membantu membangun Aceh sesuai dengan kemampuan kita, ujarnya sambil menikmati kelapa muda bersama rombongan di villa dalam komplek Trans Continent ini.











