Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, bersama jajaran dinas terkait mendatangi kediaman korban untuk melihat secara langsung kondisi pelajar tersebut sekaligus memastikan pemerintah hadir memberikan pendampingan kepada korban dan keluarganya.
Kunjungan tersebut dilakukan setelah kasus kekerasan yang dialami korban menjadi perhatian publik. Korban berinisial F (15) dilaporkan mengalami kekerasan yang dilakukan oleh sejumlah siswa senior di lingkungan sekolah.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan keluarga, peristiwa itu bermula ketika korban dipanggil oleh seorang kakak kelas dari ruang belajar menuju kamar mandi yang berada di bagian belakang sekolah.
Setibanya di lokasi, korban disebut mendapati sejumlah siswa senior. Di tempat tersebut kemudian terjadi kekerasan terhadap korban.
Akibat kejadian itu, korban mengalami sejumlah luka lebam pada bagian wajah dan tubuh. Tidak hanya menimbulkan luka fisik, peristiwa tersebut juga disebut berdampak terhadap kondisi psikologis korban.
Keluarga menyampaikan bahwa korban mengalami ketakutan untuk kembali ke sekolah setelah kejadian tersebut. Kondisi itu menjadi perhatian pemerintah karena lingkungan pendidikan semestinya memberikan rasa aman bagi setiap peserta didik selama mengikuti proses belajar.
Kasus tersebut kemudian mencuat ke publik setelah pihak keluarga menyampaikan kejadian yang dialami korban melalui media sosial. Penyampaian informasi itu turut mendapat perhatian masyarakat dan mendorong pemerintah daerah untuk turun langsung melihat kondisi korban.
Dalam pertemuan dengan Wakil Wali Kota Banda Aceh, ibu korban menyampaikan keberatan terhadap upaya mediasi atau penyelesaian secara damai yang disebut telah diajukan oleh pihak keluarga pelaku.
Keluarga korban berharap kasus tersebut dapat diproses melalui jalur hukum sesuai ketentuan yang berlaku sehingga persoalan yang dialami anak mereka mendapatkan penanganan secara jelas dan adil.
“Kami tidak terima anak kami dipukul dan dikeroyok secara berencana di sekolah, bahkan kejadiannya disebut-sebut terjadi saat jam pelajaran di lingkungan sekolah,” ujar ibu korban.
Selain persoalan kekerasan yang dialami anaknya, pihak keluarga juga menyayangkan adanya sikap yang dinilai arogan dari pihak tertentu melalui media sosial setelah kasus tersebut terjadi.
Keluarga berharap persoalan ini tidak berhenti pada penyelesaian informal, tetapi dapat ditangani secara menyeluruh dengan memperhatikan hak dan kondisi korban sebagai seorang anak.
Menanggapi kondisi tersebut, Afdhal Khalilullah menegaskan bahwa sekolah harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan terlindungi bagi anak-anak dalam menempuh pendidikan.
Menurutnya, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan anak yang mengalami persoalan mendapatkan perhatian dan pendampingan yang diperlukan.
Afdhal juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Banda Aceh bersama jajaran dinas terkait akan memberikan dukungan kepada korban dan keluarganya selama proses penanganan kasus berlangsung.
“Insyaallah pemerintah hadir di sini untuk membantu menyelesaikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Kami pastikan proses ini berjalan dengan adil. Adik tidak sendiri, pemerintah kota dan jajaran dinas terkait akan mengawal penuh kasus ini hingga tuntas,” tegas Afdhal saat memberikan penguatan kepada korban.
Ia menekankan, perhatian pemerintah tidak hanya berkaitan dengan penanganan persoalan yang sedang berlangsung, tetapi juga memastikan korban memperoleh pendampingan agar dapat memulihkan kondisi setelah mengalami kejadian tersebut.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari sekolah, orang tua, pemerintah, hingga peserta didik.
Sekolah bukan hanya tempat berlangsungnya proses belajar mengajar, tetapi juga ruang bagi anak untuk tumbuh, berkembang, dan membangun masa depan tanpa rasa takut.
Karena itu, setiap dugaan kekerasan terhadap peserta didik perlu mendapatkan perhatian dan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku, dengan tetap mengedepankan perlindungan terhadap korban serta hak-hak anak.
Pemerintah Kota Banda Aceh memastikan persoalan tersebut menjadi perhatian dan akan terus dikawal bersama jajaran terkait agar proses penanganannya berjalan sebagaimana mestinya.

