Site icon Aceh Dalam Berita

Sibral Malasyi: RSUD Pidie Jaya Melayani Dengan Memadukan Kualitas Medis Secara Islam

Meureudu ( Aceh dalam berita ) Jum’at 21-8-2026 ‎Langkah besar menuju transformasi pelayanan kesehatan berbasis syariah mulai ditapaki Rumah Sakit Umum Daerah Pidie Jaya.

‎Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menegaskan, proses sertifikasi rumah sakit syariah bukan sekadar mengejar predikat atau formalitas administratif, melainkan momentum untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang memadukan kualitas medis dengan nilai-nilai Islam.

‎Pernyataan itu disampaikan Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi saat memberikan sambutan pada kegiatan Survey Sertifikasi Rumah Sakit Syariah RSUD Meureudu Pidie Jaya.

‎Kehadiran tim surveyor disebut menjadi momentum penting bagi Pidie Jaya untuk memperkuat standar pelayanan kesehatan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat Aceh yang menjunjung tinggi pelaksanaan syariat Islam.

‎Rumah Sakit Syariah bukan sekadar pemenuhan label atau administratif semata, melainkan wujud transformasi nyata dalam memberikan ketenangan batin bagi pasien, kata Sibral Malasyi.

‎pelayanan kesehatan di RSUD Pidie Jaya ke depan harus mampu mempertemukan dua kebutuhan utama pasien: pelayanan medis yang profesional dan pelayanan spiritual yang menenangkan, tutur Bupati Pidie Jaya.

‎Menurut Bupati Sibral Malasyi, Konsep tersebut, harus terlihat dalam berbagai aspek pelayanan, mulai dari keramahan dan transparansi petugas, jaminan kehalalan obat dan makanan, hingga pemberian panduan ibadah bagi pasien yang tengah menjalani perawatan.

‎Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi menegaskan, di rumah sakit ini, aspek medis dan spiritual harus berjalan beriringan.

Pendapatan RSUD Pidie Jaya Tembus Rp96 Miliar di Tahun 2024, Masih di Bawah Target.

Jajaran RSUD Pidie Jaya agar tidak menjadikan proses sertifikasi sebagai target administratif semata. Sebaliknya, sertifikasi harus menjadi titik awal pembentukan budaya kerja baru yang mengedepankan integritas, profesionalisme, empati dan nilai-nilai Islam.

‎Subral Malasyi meminta seluruh jajaran rumah sakit, mulai dari manajemen, dokter, perawat, tenaga medis hingga petugas pelayanan, menjadikan prinsip sidiq, amanah, tabligh dan fathonah sebagai fondasi dalam melayani masyarakat.

‎Jadikan momentum ini sebagai evaluasi untuk meningkatkan mutu tata kelola rumah sakit.jjuga menekankan bahwa masyarakat yang datang ke RSUD Pidie Jaya bukan hanya membutuhkan pengobatan, tetapi juga membutuhkan rasa aman, nyaman, dihargai dan dilayani dengan penuh empati, pesan Sibral Malasyi lagi.

‎Kesembuhan pasien adalah ikhtiar medis yang disempurnakan dengan doa dan pelayanan yang penuh keikhlasan serta empati.

‎Di sini Proses survey sertifikasi tersebut melibatkan tim surveyor yang terdiri dari Prof. Dr. drg. Wahyu Sulistiadi, M.A.R.S.dan Hidayatulloh, S.H.I., M.H., Ph.D.

‎Bupati Pidie Jaya menyampaikan apresiasi atas kedatangan tim surveyor dan berharap seluruh proses berjalan objektif serta memberikan masukan konstruktif bagi peningkatan kualitas RSUD Pidie Jaya.

‎Kami mengharapkan bimbingan, arahan dan masukan yang konstruktif agar RSUD Pidie Jaya dapat resmi bertransformasi menjadi Rumah Sakit Syariah yang paripurna dan membanggakan bagi masyarakat Pidie Jaya khususnya, dan Aceh pada umumnya, tutur Sibral Malasyi.

‎Dalam hal ini, Sibral Malasyi juga mengajak seluruh jajaran rumah sakit menjadikan proses sertifikasi sebagai gerbang perubahan, bukan sekadar proses penilaian.

rumah sakit harus mampu membangun pelayanan yang “bermutu dalam pelayanan, profesional dalam bekerja, dan Islami dalam nilai serta sikap.

‎Komitmen tersebut dinilai penting bagi Pidie Jaya sebagai bagian dari Aceh yang memiliki kekhususan dalam penerapan syariat Islam.

‎Pemerintah daerah berharap transformasi RSUD Pidie Jaya menjadi rumah sakit berbasis syariah nantinya tidak hanya memberikan dampak terhadap kualitas pelayanan kesehatan, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit milik pemerintah daerah.

‎Dengan sertifikasi ini, RSUD Pidie Jaya diarahkan untuk membangun sistem pelayanan yang menyatukan mutu medis, tata kelola profesional, kepastian aspek halal, pemenuhan kebutuhan spiritual pasien, serta budaya kerja Islami.

‎Jika seluruh proses berjalan sesuai harapan, langkah tersebut dapat menjadi salah satu tonggak penting bagi Pidie Jaya dalam membangun wajah baru pelayanan kesehatan daerah.

‎Sibral Malasyi pun menutup sambutannya dengan pantun yang menggambarkan optimisme pemerintah daerah terhadap masa depan RSUD Pidie Jaya:‎Langkah besar menuju transformasi pelayanan kesehatan berbasis syariah mulai ditapaki Rumah Sakit Umum Daerah Pidie Jaya.

‎

Exit mobile version